JAKARTA,Hunternews.online – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat memperkenalkan salam terbaru Polri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”.
Salam tersebut diperkenalkan Komjen Pol Wahyu saat menjadi pembicara dalam acara peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dengan mengusung tema “Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita” Kamis (8/10/2026).
Sesaat sebelum memulai pidatonya, Wahyu mengajak seluruh tamu undangan untuk bersama-sama memperagakan salam baru tersebut.
Ia menunjukkan gestur kedua tangan saling mengepal dan jari-jari dikaitkan di depan dada. Gestur itu kemudian diperkenalkan sebagai simbol persatuan, kebersamaan, serta kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Ini kesempatan yang baik, sebelum saya mulai kalau boleh kita punya salam yang baru, saya ingin sampaikan sekalian sosialisasikan,” kata Wahyu dari atas podium.
Ia kemudian menjelaskan cara memperagakan salam tersebut sekaligus mengajak seluruh peserta mengucapkan slogan “Polisi Bersama Masyarakat.”
“Jadi kalau saya sampaikan salam polisi, nanti semuanya begini, kemudian sambil bicara ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ujar Wahyu.
Ajakan tersebut langsung diikuti secara serentak oleh jajaran Polri dan para tamu undangan yang hadir. Mereka mengucapkan slogan tersebut sembari memperagakan gestur salam yang diperkenalkan Wakapolri.
Wahyu menyampaikan bahwa salam tersebut untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik dalam kesempatan tersebut.
Lebih dari sekadar simbol, salam baru itu membawa pesan mengenai pentingnya membangun kedekatan dan kebersamaan antara institusi kepolisian dengan masyarakat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui slogan “Polisi Bersama Masyarakat”, Polri ingin menegaskan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak semata-mata bertumpu pada kekuatan institusi. Keamanan dan ketertiban juga membutuhkan keterlibatan, komunikasi, kepercayaan, serta kemitraan yang kuat dengan masyarakat.
Pesan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai pihak yang dilayani, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Salam baru itu pun diharapkan menjadi simbol komunikasi publik Polri sekaligus pengingat bahwa kekuatan kepolisian akan semakin efektif ketika dibangun bersama masyarakat.(Tim/Red).












