MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Praktik pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga berasal dari hasil penyulingan minyak ilegal di wilayah Kecamatan Sanga Desa dan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, menuju Provinsi Lampung, kembali menjadi sorotan.
Fenomena ini semakin mempertegas dugaan adanya sistem koordinasi yang terstruktur dan rapi di balik aktivitas pengangkutan minyak ilegal tersebut.
Meski praktik ini telah berulang kali diberitakan oleh media lokal maupun nasional, armada-armada pengangkut BBM ilegal jaringan Adam dan Gumanti ini seolah memiliki “jimat sakti” yang membuat mereka tetap bebas melintas di jalur strategis tanpa tersentuh penindakan aparat.
Berdasarkan penelusuran tim gabungan dari sejumlah media pada Senin (9/3/2026), yang menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya, berjudul “Diduga Terorganisir, Armada BBM Ilegal Bebas Melintas dari Muba ke Lampung, Nama Gumanti dan Adam Disebut” ditemukan fakta baru dari hasil investigasi beberapa hari terakhir, mengungkap adanya bukti digital berupa Grup WhatsApp yang diduga menjadi pusat komando perjalanan armada pengangkut BBM ilegal tersebut.
Grup WhatsApp “Koordinasi Adam”
Diduga Jadi Pusat Komando
Dari keterangan dua orang sopir armada yang ditemui di lapangan, terungkap keberadaan sebuah grup WhatsApp bernama “Koordinasi Adam”. WA Grup ini diduga kuat menjadi sarana komunikasi utama antara pengendali lapangan dengan para sopir untuk memastikan jalur distribusi aman dari pemeriksaan aparat.
Bukti digital yang diperoleh menunjukkan grup tersebut memiliki 183 anggota dan dikelola oleh tiga orang admin, yakni:
1. Nomor WhatsApp 0853-5360-XXXX dengan nama Adam Koordinasi,
2. Nomor WhatsApp 0821-8658-XXXX dengan nama Gumanti Gumay Talang,
3. Nomor WhatsApp 0813-7391-XXXX dengan nama Risma BBM PLG / Thulus Charisma / Risma BBM PLG.
Dalam grup itu, diduga terdapat sistem pemantauan jalur lintas yang memberikan informasi kepada para sopir mengenai kondisi jalan, titik pemeriksaan, serta waktu yang dianggap aman untuk melintas.
Identitas Armada Pengangkut
Berdasarkan penelusuran di lapangan sebagaimana pemberitaan sebelumnya, terdapat dua unit kendaraan yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan minyak Ilegal dari Muba menuju ke Lampung.
Kendaraan pertama adalah truk tangki tronton berukuran besar berwarna oranye dengan nomor polisi BD 8640 AV. Sementara kendaraan kedua adalah truk tangki Mitsubishi Fuso jenis Canter berwarna kuning dengan nomor polisi BG 8606 JL.
Truk Canter tersebut juga memiliki ciri khas tulisan “Gacor Team” pada sisi kiri dan kanan lambung tangkinya.
Kedua kendaraan ini disebut kerap melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan Lintas Tengah Sumatera, melewati sejumlah titik pemantauan tanpa adanya tindakan penghadangan dari pihak berwenang.
Kesaksian Sopir: Perjalanan Dipandu dari Grup
Dua sopir yang ditemui tim investigasi mengaku bahwa setiap pergerakan mereka dipandu melalui grup WhatsApp tersebut. Instruksi perjalanan diberikan oleh admin yang memantau kondisi jalur secara real time.
“Kami tidak berani jalan sembarangan. Di dalam grup itu admin memberi tahu kapan waktu aman melintas. Nama-nama seperti Pak Adam dan Pak Gumanti yang kami tahu sebagai jaminan di lapangan. Kalau ada apa-apa di jalan, mereka yang urus ke ‘atas’, jadi kami tinggal fokus bawa mobil saja,” ungkap salah satu sopir saat di mintai keterangan beberapa hari yang lalu.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya aktor yang memiliki pengaruh kuat dalam jaringan distribusi BBM ilegal yang di kendalikan Adam dan Gumanti ini.
Desakan Penegakan Hukum
Bebasnya armada-armada pengangkut BBM ilegal melintas di jalur strategis menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen penegakan hukum baik oleh pihak Kepolisian maupun pihak berwenang lainnya di wilayah Kabupaten Muba dan umumnya di Sumatera Selatan.
Keberadaan bukti digital berupa grup WhatsApp dengan ratusan anggota serta identitas kendaraan yang jelas dinilai menjadi petunjuk penting untuk mengungkap jaringan mafia BBM yang diduga telah lama beroperasi.
Sejumlah kalangan masyarakat mendesak agar kepolisian segera bertindak tegas untuk membongkar jaringan tersebut. Penelusuran terhadap nomor telepon admin grup dan identitas kendaraan diharapkan dapat membuka tabir aktor-aktor utama di balik praktik distribusi BBM ilegal yang diduga merugikan negara dan merusak tata kelola energi nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak Admin Grup WA tersebut
belum memberikan keterangan resmi terkait temuan investigasi tersebut. Meskipun telah dimintai konfirmasi dan klarifikasi. (Tim Liputan).












