CIREBON,Hunternews.online – Suasana hangat penuh keakraban, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan mewarnai Sekretariat Bikers Journalist Indonesia (BJI) di Jalan Rahayu No.86, Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Komunitas jurnalis pecinta roda dua tersebut menggelar kegiatan bertajuk “NGUBER” (Ngumpul Bersama) dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu dihadiri puluhan wartawan dan awak media dari berbagai latar belakang yang tergabung dalam keluarga besar BJI. Tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat solidaritas, kebersamaan, serta membangun komunikasi antarsesama insan pers di tengah padatnya aktivitas jurnalistik.
Ketua Umum Bikers Journalist Indonesia, Arief Yolando, mengatakan bahwa penyelenggaraan acara NGUBER lahir dari kebutuhan akan ruang temu yang hangat dan informal bagi para anggota. Menurutnya, intensitas kerja wartawan yang tinggi di lapangan kerap membuat momentum kebersamaan menjadi sesuatu yang langka.
“Alhamdulillah, acara ini menjadi momentum yang sangat indah bagi keluarga besar BJI untuk saling bertemu, berkumpul, dan mempererat tali silaturahmi atau ukhuwah. Kegiatan santai namun penuh makna seperti ini sangat diperlukan di tengah kesibukan rekan-rekan media yang hampir setiap hari bergerak di lapangan,” ujar Arief di sela kegiatan.
Perayaan NGUBER kali ini dikemas dengan konsep sederhana namun sarat makna. Rangkaian acara diawali dengan prosesi pemotongan hewan kurban berupa kambing sebagai bentuk refleksi nilai Idul Adha yang identik dengan semangat berbagi, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Setelah proses penyembelihan, suasana semakin semarak dengan agenda bakar-bakar sate yang melibatkan seluruh peserta. Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 tusuk sate disiapkan dan diolah bersama, menciptakan nuansa akrab yang mempererat interaksi antaranggota.
“Kegiatan hari ini kita awali dengan pemotongan hewan kurban kambing, kemudian dilanjutkan dengan bakar-bakar sate sebanyak 1.000 tusuk dan ditutup makan bersama. Ini menjadi momentum yang tepat untuk care and share, saling peduli, berbagi pengalaman, serta memperkuat rasa kekeluargaan di internal BJI,” jelasnya.
Tidak hanya menjadi ajang santap bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan bincang santai, diskusi ringan, pertukaran ide, hingga berbagi pengalaman seputar dunia jurnalistik, otomotif, dan dinamika kerja media. Atmosfer cair yang tercipta dinilai menjadi energi positif bagi para anggota dalam menjaga semangat profesionalisme sekaligus solidaritas komunitas.
Arief juga mengungkapkan bahwa kegiatan serupa akan menjadi agenda yang lebih rutin ke depannya. Bahkan, BJI tengah menyiapkan konsep pengembangan kegiatan dengan menggabungkan agenda kebersamaan bersama aktivitas touring untuk memperkuat identitas komunitas jurnalis roda dua tersebut.
“Kedepannya kami berkomitmen akan lebih sering menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Ada rencana untuk mengombinasikannya dengan agenda touring bersama agar suasananya lebih seru, lebih berkesan, dan semakin memperkuat kebersamaan seluruh anggota,” katanya.
Di penghujung acara, Arief menyampaikan harapan agar Bikers Journalist Indonesia terus tumbuh sebagai komunitas yang tidak hanya solid dalam dunia pers dan otomotif, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, eksistensi komunitas harus diiringi dengan komitmen sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta konsistensi dalam menyebarkan nilai-nilai positif.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap BJI dapat terus konsisten menebar hal-hal positif. BJI tidak hanya hadir sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dan penyaji informasi yang terpercaya, tetapi juga menjadi komunitas yang memiliki kepedulian sosial tinggi, peka terhadap lingkungan, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan NGUBER, BJI menunjukkan bahwa di balik dinamika profesi jurnalistik yang penuh tantangan, semangat kebersamaan, solidaritas, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi penting dalam membangun komunitas yang kuat, inklusif, dan berdampak positif. (Tim/Red).
Kontributor: AA. Rifai












