MUSI BANYUASIN,Hunternews.com – Sebuah video singkat yang beredar luas di media sosial Facebook mendadak menyita perhatian publik. Video yang diunggah akun @Obbye Messa pada 15 April 2026, itu memperlihatkan kondisi memprihatinkan infrastruktur jalan di Desa Mekar Jaya (D1), Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang jauh dari kata layak.
Dalam rekaman berdurasi 49 detik tersebut, tampak warga setempat terpaksa turun tangan memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menimbun dan menyusun batang kayu sebagai alas darurat agar kendaraan masih bisa melintas.
Pemandangan ini menjadi ironi di tengah klaim pembangunan yang terus digaungkan. Seluruh badan jalan terlihat tertutup lumpur tebal dengan cekungan dalam bekas roda kendaraan, menyerupai kubangan panjang yang nyaris tak bisa dilalui. Akses vital yang seharusnya menunjang mobilitas warga justru berubah menjadi penghambat utama aktivitas sehari-hari.
Dalam narasi video, perekam mengungkapkan kekecewaan yang tajam. Ia menyinggung usia kemerdekaan Indonesia yang hampir mencapai 80 tahun, namun kondisi infrastruktur di daerahnya masih tertinggal jauh.
“Nah, ikaklah kondisi jalan di Mekar Jaya, tepatnya di Desa D1. Lah nak 80 tahun Indonesia merdeka, tapi jalan masih model ikaklah. Ya Allah, Dem,” ujarnya dengan nada getir.
Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Warga mengaku tidak menuntut pembangunan mewah, melainkan hanya perbaikan dasar agar jalan bisa dilalui secara layak. Permintaan sederhana itu justru menjadi potret kegagalan prioritas pembangunan di tingkat daerah.
“Kami dak pulek ngarap jalan ikak mulus nak ringkin nian tuh dak, mintek luruske bae, mintek dicorke titik-titik yang jahatnya ikak nah,” tambahnya, mewakili suara masyarakat yang selama ini terabaikan.
Kondisi jalan yang rusak parah ini berdampak langsung terhadap roda ekonomi dan kehidupan sosial warga. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lautan lumpur yang hampir mustahil dilintasi. Sementara di musim kemarau, debu tebal menjadi ancaman kesehatan dan kenyamanan.
Fakta bahwa warga harus bergotong royong memperbaiki jalan sendiri menegaskan absennya peran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Padahal, akses jalan merupakan urat nadi pembangunan yang tak bisa ditawar.
Video viral ini kini menjadi harapan baru bagi warga Desa Mekar Jaya agar suara mereka akhirnya didengar. Sorotan publik diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah, khususnya Bupati Musi Banyuasin, untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar janji.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait rencana perbaikan permanen. Sementara itu, warga hanya bisa bertahan dengan solusi darurat, di atas jalan yang lebih mirip kubangan daripada infrastruktur negara.(Tim/Red).







