MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Di bawah tenda sederhana yang berdiri di tengah Kecamatan Sungai Keruh, suasana siang itu terasa berbeda. Bukan sekadar rapat organisasi, melainkan pertemuan yang sarat makna kebersamaan dan semangat perjuangan. Kader mengenakan warna merah kebanggaan, duduk rapi, menyatu dalam satu visi yang sama.
Kamis, 9 April 2026, menjadi momentum penting bagi kader PDI Perjuangan di wilayah tersebut. Rapat Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama ranting se-Kecamatan Sungai Keruh digelar sebagai bagian dari konsolidasi internal sekaligus penguatan arah gerak partai di tingkat akar rumput.
Sejak awal kegiatan, suasana tertib namun hangat terasa menyelimuti jalannya rapat. Dipimpin Sekretaris DPC, H. Ahmadi, SE, kegiatan dibuka dengan pendekatan sederhana namun penuh makna. Proses absensi dilakukan dengan cara yang tidak biasa, para kader diminta berdiri saat nama desa mereka disebutkan, kemudian duduk berdekatan sesuai wilayah masing-masing.
Metode ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi sarana membangun kedekatan emosional dan mempererat kekompakan antar kader di tingkat desa. Nuansa kekeluargaan pun terasa kuat, mencerminkan karakter organisasi yang hidup dan solid.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan DPD Partai, Beni Hernedi, hadir memberikan arahan dengan gaya komunikatif yang membumi. Dengan logat khas Musi yang hangat, ia menegaskan bahwa kekuatan utama partai terletak pada kedekatannya dengan rakyat.
“Inilah gaya PDI Perjuangan, rapat harus turun ke bawah, sesuai mekanisme partai. Mungkin hanya partai kita yang seperti ini,” ujarn Beni Hernedi disambut antusiasme para kader sebagaimana diunggah akun resmi DPC PDIP Muba.
Pesan tersebut menegaskan bahwa politik bukan sekadar prosedur formal, tetapi kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Muba, Muhamad Yamin, SH, turut memberikan arahan strategis yang menekankan pentingnya konsistensi kader dalam membangun hubungan dengan wong cilik sebagai basis utama kekuatan partai.
“Inilah sebenarnya pendidikan politik, bahwa Partai turun ke bawah tidak hanya saat menjelang pemilu saja, tapi rutin memberikan wawasan kebangsaan kepada akar rumput di bawah,” tegas Yamin dalam pernyataannya.
Menurutnya, kemenangan politik tidak semata ditentukan oleh strategi, tetapi oleh kepercayaan yang dibangun melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat, menjaga citra partai, serta konsistensi dalam memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
Rapat konsolidasi kali ini menjadi ruang demokrasi yang terbuka. Ranting diberikan kesempatan penuh untuk mengusulkan nama-nama terbaik sebagai calon Ketua PAC di masing-masing desa. Proses ini mencerminkan bahwa suara kader tetap menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kepemimpinan partai.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus DPC lainnya, di antaranya Desi Ulpa, Hermanto, Djonny, Amirul, Andri Septa, Zuhri, dan Edwin, yang bersama-sama memperkuat soliditas organisasi.
Menjelang akhir acara, suasana kembali menghangat. Doa dipanjatkan sebagai penutup, membawa harapan akan keberlanjutan perjuangan yang semakin kokoh. Momen foto bersama pun menjadi simbol kuat kebersamaan yang kembali terjalin, terlebih dalam suasana pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebih dari sekadar rapat, kegiatan ini menjadi cerminan bahwa konsolidasi partai tidak hanya berlangsung di ruang formal, tetapi tumbuh dan hidup dari kedekatan nyata dengan rakyat, sebuah fondasi yang diyakini akan terus memperkuat langkah PDI Perjuangan ke depan. (Tim/Red).











