PALEMBANG,Hunternews.online – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, modern, dan berkeadilan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penutupan Lomba Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumsel, Jalan Srijaya Negara, Palembang, Rabu (24/6/2026), menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan kompetensi personel kepolisian dalam bidang penanganan tempat kejadian perkara. Penutupan lomba dilakukan oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Susnadi, S.I.K., M.H., Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Pol Witdiardi, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres jajaran, serta peserta lomba yang berasal dari berbagai wilayah hukum Polda Sumsel.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana sekaligus Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Pol Witdiardi mengungkapkan bahwa lomba diikuti oleh 204 personel yang tergabung dalam 17 tim perwakilan Polres dan Polrestabes. Seluruh peserta diuji kemampuannya dalam berbagai aspek penanganan TKP, mulai dari pengamanan lokasi kejadian, observasi dan identifikasi, dokumentasi, pengumpulan barang bukti, hingga penyusunan laporan hasil olah TKP secara sistematis dan sesuai prosedur.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi peningkatan kualitas penyidik dan penyidik pembantu dalam mengimplementasikan metode Scientific Crime Investigation yang kini menjadi standar dalam proses penyidikan modern. Penguasaan teknik penanganan TKP yang tepat dinilai sangat menentukan keberhasilan pengungkapan perkara dan kualitas pembuktian di hadapan hukum.
“Dalam setiap perkara pidana, TKP merupakan sumber informasi utama yang harus dikelola secara profesional. Kesalahan sekecil apa pun dalam penanganan awal dapat berdampak pada proses penyidikan dan pembuktian di kemudian hari,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Sumsel Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Polres Lahat berhasil keluar sebagai Juara I dengan nilai 99. Posisi Juara II diraih Tim Polres Ogan Komering Ulu Selatan dengan nilai 90,25. Sementara Juara III diraih Tim Polres Muba yang di Pimpin oleh Kanitreskrim Polsek Batang Hari Leko, IPTU Agus Kurniawan, S.Psi., yang mewakili Polres Musi Banyuasin dengan nilai 88,25.
Prestasi tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kemampuan teknis personel kepolisian di tingkat kewilayahan dalam menerapkan standar penanganan TKP berbasis metode ilmiah. Kompetensi tersebut memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat, terutama dalam memastikan proses penyidikan berlangsung cepat, akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam sambutannya, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan bahwa kemampuan TPTKP dan Olah TKP merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki setiap personel yang menjalankan fungsi penegakan hukum.
“Tempat kejadian perkara merupakan titik awal dalam mengungkap suatu tindak pidana. Oleh karena itu, kemampuan personel dalam melaksanakan TPTKP dan Olah TKP harus terus diasah dan ditingkatkan agar mampu mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan kejahatan yang semakin kompleks menuntut setiap anggota Polri untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknis agar mampu menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan hukum yang berkualitas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan bagian integral dari implementasi program Polri Presisi yang terus dikembangkan di lingkungan Polda Sumsel.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya. Penguatan kemampuan personel dalam penanganan TKP merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujar Nandang.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan trofi penghargaan kepada para pemenang, penyampaian evaluasi teknis oleh dewan juri, serta sesi foto bersama seluruh peserta. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen berkelanjutan Polda Sumsel dalam membangun kultur profesionalisme dan kompetensi di lingkungan kepolisian.
Melalui penguatan kemampuan investigatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, Polda Sumsel berharap kualitas penegakan hukum di wilayah Sumatera Selatan semakin meningkat, sekaligus mampu menghadirkan rasa keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat.Rilis ini disusun dengan gaya pemberitaan media nasional yang menonjolkan aspek profesionalisme, peningkatan kapasitas SDM, dan dampaknya terhadap kualitas penegakan hukum serta pelayanan publik.(Tim/Red).








