Viral di Medsos, Kritik Warga Muba: Jangan Hanya Sinetron Minyak, Jembatan Lalan dan Rako Kapan Tuntasnya?

MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Sebuah video amatir beredar di berbagai platform media sosial mengungkapkan keresahan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mencuat ke permukaan. Sebuah seruan kritis datang dari warga yang menyoroti lambatnya pembangunan infrastruktur vital, khususnya Jembatan Lalan dan Jembatan Rako, yang hingga kini dinilai masih menjadi janji manis pemerintah daerah.

Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas, warga secara terang-terangan menyindir keseriusan Pemerintah Kabupaten Muba yang dianggap lebih sibuk dengan “drama” persoalan minyak ketimbang memprioritaskan akses transportasi dasar bagi rakyat.

Infrastruktur Terbengkalai, Rakyat Terisolir

Jembatan Lalan dan Jembatan Rako bukan sekadar tumpukan beton dan besi. Bagi ribuan warga, kedua infrastruktur ini adalah urat nadi perekonomian dan akses utama pendidikan serta kesehatan. Tersendatnya penyelesaian proyek ini memicu tudingan bahwa pemerintah daerah kurang berpihak pada kebutuhan mendasar masyarakat pelosok.

“Masyarakat butuh pembangunan Jembatan Lalan dan Rako itu segera diselesaikan. Itu harus di jadikan prioritas utama yang harus dibereskan,” tegas dalam narasi video unggahannya di media sosial, di kutip Rabu (13/5/2026).

Ia juga mengingatkan para penggerak aksi demo untuk tidak hanya terjebak pada isu-isu tertentu dan melupakan penderitaan warga yang terisolasi akibat infrastruktur yang tak kunjung rampung.

Sinetron” Isu Minyak dan Pencitraan Politik

Narasi kritis juga diarahkan pada isu pengelolaan minyak yang terus-menerus menjadi panggung drama di Muba. Muncul kecurigaan bahwa fokus pemerintah daerah yang terlalu besar pada sektor minyak berkaitan erat dengan kepentingan bisnis dan politik tertentu, mengingat isu minyak telah menjadi “jualan” lama bahkan sebelum jabatan bupati saat ini diemban.

“Jangan sampai urusan minyak ini jadi drama atau sinetron yang tidak berujung. Sementara jalan dan jembatan terbengkalai. Selesaikan dulu permasalahan infrastruktur yang nyata-nyata menghambat kehidupan rakyat sehari-hari,” lanjutnya dengan nada satir.

Menagih Janji Pemerintah

Masyarakat kini menagih keberanian dan ketegasan Bupati Musi Banyuasin beserta jajaran dinas terkait untuk menunjukkan progres nyata. Bukan sekadar seremoni atau respons reaktif terhadap tekanan massa, namun sebuah komitmen pembangunan yang transparan dan tepat sasaran.

Ketajaman kritik ini menjadi sinyal peringatan bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, rakyat tidak butuh narasi, rakyat butuh jembatan yang berdiri kokoh untuk menghubungkan harapan mereka.

“(Tim/Red)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed