TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS

“Andrie Yunus Diserang Air Keras, TNI dan Polisi Bergerak Ungkap Aktor di Balik Aksi”

JAKARTA,Hunternews.online – Markas Besar (Mabes) TNI resmi bergerak melakukan penyelidikan internal terkait dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam kasus serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Langkah ini menjadi respons cepat institusi militer atas derasnya sorotan publik pasca-insiden yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan opini publik yang berkembang.

Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya keterlibatan prajurit aktif dalam peristiwa yang mengundang kecaman luas tersebut.

“Dengan adanya perkembangan di masyarakat, tentu kami akan menyelidiki dugaan keterlibatan prajurit TNI,” ujar Aulia di Balai Media TNI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Komitmen Transparansi dan Profesionalisme

TNI menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses investigasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Publik diminta bersabar sembari menunggu hasil penelusuran yang tengah berlangsung.

Aulia memastikan, setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi kepada masyarakat.

“Kami akan bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kejadian ini,” tegasnya.

Indikasi Operasi Terorganisir

Sementara itu, penyelidikan dari Polda Metro Jaya mengungkap fakta awal yang mengarah pada dugaan aksi terorganisir. Direktur Reserse Kriminal Umum, Iman Imanuddin, menyebutkan bahwa hasil analisis dari 86 titik CCTV menunjukkan keterlibatan empat pelaku.

Para pelaku diketahui menggunakan dua sepeda motor dan bergerak secara sistematis. Mereka terdeteksi membuntuti korban sejak dari kawasan Cikini, melintasi area Monas, hingga memantau aktivitas korban di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Pola pergerakan yang rapi dan terukur ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut bukan tindakan spontan, melainkan telah direncanakan dengan matang.

Dugaan Aktor Intelektual

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Alghiffari Aqsa, menilai serangan tersebut memiliki karakteristik operasi terstruktur yang mengarah pada upaya percobaan pembunuhan.

Ia menyebut kecil kemungkinan aksi dengan tingkat koordinasi seperti itu dilakukan secara individual tanpa dukungan jaringan.

“Kami menduga ada aktor intelektual dan kemungkinan pendanaan di balik serangan ini,” ujarnya.

Kondisi Korban: Luka Serius dan Trauma Kimia

Di sisi lain, kondisi Andrie Yunus masih menjadi perhatian serius. Ia kini dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen di sejumlah bagian tubuh.

Yang lebih mengkhawatirkan, tim dokter menemukan trauma kimia berat pada mata kanan korban dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Cedera tersebut menyebabkan penurunan drastis fungsi penglihatan serta kerusakan signifikan pada kornea.

Peringatan Hoaks di Media Sosial

Di tengah proses penyelidikan, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Beredarnya foto sketsa pelaku di media sosial dipastikan merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI).

Penyebaran informasi palsu tersebut dinilai berpotensi mengganggu proses penegakan hukum dan mengaburkan fakta yang sedang dikumpulkan oleh penyidik.

Ujian Akuntabilitas Negara

Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dan institusi negara dalam menjamin perlindungan terhadap aktivis serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

Publik kini menanti sejauh mana komitmen aparat dalam mengungkap pelaku lapangan hingga aktor intelektual di balik teror yang dinilai mengancam ruang demokrasi tersebut. (Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *