Sumur Minyak Dikuasai “Tim Kelinci” Terbakar di Lahan PT Hindoli – Pekerja Buka Suara: “Saya Diperintah MHD”

MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Sebuah sumur minyak masyarakat yang diduga dikuasai oleh pihak yang mengaku sebagai “Tim Kelinci” dilaporkan terbakar di area Cobra 1, lahan perkebunan PT Hindoli Estate Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Sumur yang terbakar disebut sebagai sumur 03, yang selama ini diduga berada di bawah penguasaan kelompok yang menamakan diri Tim Kelinci.

Fakta ini diperkuat oleh keterangan seorang pekerja berinisial R yang berprofesi sebagai tukang polot di lokasi tersebut. Saat diwawancarai tim media pada Selasa (1/9/2026), R mengaku baru bekerja di sumur 03 untuk memperbaiki canting polot yang sedang putus.

“Saya baru bekerja di sumur 03 ini, memperbaiki canting polot yang putus,” ungkap R kepada Tim Liputan, Selasa (1/9/2026).

Ketika dikonfirmasi mengenai siapa yang memerintahkannya bekerja di lokasi tersebut, R secara tegas menyebutkan satu nama.

“Saya bekerja atas perintah MHD, bagian dari Tim Kelinci,” terangnya.

Pernyataan R menjadi pengakuan langsung yang memperkuat dugaan publik bahwa aktivitas pengelolaan sumur minyak masyarakat di kawasan tersebut bukan dijalankan secara mandiri oleh warga, melainkan dikendalikan oleh pihak yang mengatasnamakan Tim Kelinci.

Kebakaran ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan aktivitas pengelolaan minyak di Kabupaten Musi Banyuasin. Pertanyaan besar kini mengarah pada siapa sesungguhnya yang mengendalikan Tim Kelinci, sejauh mana jaringan penguasaan mereka atas sumur-sumur minyak masyarakat, dan mengapa aktivitas ini seolah luput dari pengawasan aparat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab kebakaran, status korban, serta kerugian material yang ditimbulkan.

Publik menuntut jawaban. Aparat penegak hukum tidak bisa terus diam sementara sumur-sumur minyak masyarakat dikuasai pihak tak bertanggung jawab dan insiden demi insiden terus terjadi tanpa penyelesaian.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (Tim Liputan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *