Sekda Syafaruddin Ikuti Rakor Karhutla di Griya Agung

Breaking news, Daerah124 Dilihat

PALEMBANG,Hunternews.online – Ancaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Musi Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Muba pun terus memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari Posko Induk Siaga Karhutla hingga pembentukan pos komando di kecamatan-kecamatan rawan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs Syafaruddin MSi didampingi Kepala BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Muba.

Dalam kesempatan Rapat Koordinasi tersebut dihadiri langsung Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni MA PhD, Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM, dan Gubernur Sumsel Dr Herman Deru SH MM.

Sekda Muba Drs Syafaruddin MSi mengatakan, Pemkab Muba terus berkomitmen mendukung langkah penanggulangan Karhutla secara terpadu. Menurutnya, persoalan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat di lapangan.

“Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak dalam satu komando, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan di lapangan hingga mitigasi agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkab Muba terus memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Musi Banyuasin dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi memaparkan kondisi terkini Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, saat ini tercatat terdapat 192 lokasi kejadian Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin, dengan luas lahan terbakar mencapai 228 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 lokasi telah dilakukan penanggulangan dan pemadaman.

Sebaran kejadian Karhutla tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Lais tercatat 43 lokasi, Bayung Lencir 41 lokasi, Sekayu 41 lokasi dan Sungai Keruh 30 lokasi. Selain itu, kejadian juga terpantau di Kecamatan Batang Hari Leko sebanyak 11 lokasi, Sanga Desa enam lokasi, Lalan enam lokasi, Lawang Wetan enam lokasi, Sungai Lilin empat lokasi, Plakat Tinggi tiga lokasi, Keluang tiga lokasi, Tungkal Jaya dua lokasi dan Babat Supat dua lokasi.

“Data ini menunjukkan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. BPBD bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan dan memperkuat kesiapsiagaan agar setiap kejadian dapat segera direspons,” kata Marko.

Tak hanya menangani titik kebakaran yang telah terjadi, lanjut Marko, Pemkab Muba juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat respons di lapangan.

“Salah satunya dengan mengoperasikan Posko Induk Siaga Karhutla di Sekayu. Posko tersebut didukung empat regu piket yang standby selama 24 jam,” urainya.

Kemudian, setiap laporan kejadian yang diterima akan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim, peralatan dan kendaraan menuju lokasi kejadian.

“Selain Posko Induk di Sekayu, Pemkab Muba juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di 15 kecamatan rawan,” imbuhnya.

BPBD Muba juga menempatkan dua hingga lima personel untuk menjangkau lokasi kejadian terdekat apabila terjadi Karhutla. Di masing-masing kecamatan, penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan.(Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *