OKU SELATAN,Hunternews.online – Jajaran Polda Sumatera Selatan melalui Polres OKU Selatan meluncurkan program inovatif Desa Sadar Digital (DSD) sebagai langkah strategis mencegah kejahatan siber berbasis pemberdayaan masyarakat desa, Selasa (7/4/2026) pukul 09.00 WIB.
Peluncuran program berlangsung di Aula Sertupol Anumerta Hadinata Polres OKU Selatan dan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga pelajar dari seluruh wilayah Kabupaten OKU Selatan.
Kapolres OKU Selatan I Made Redi Hartana memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Wakapolres dan jajaran pejabat utama. Selain itu, kegiatan turut dihadiri para Kapolsek, Danramil, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala dinas terkait, camat, kepala desa, hingga komunitas masyarakat.
Program Desa Sadar Digital dirancang sebagai solusi konkret menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi yang semakin masif, terutama di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, program ini menyasar empat kelompok utama, yaitu pelajar dan remaja, orang tua dan keluarga, perangkat desa dan tokoh masyarakat, serta pemuda dan masyarakat umum.
Selanjutnya, Polres OKU Selatan menetapkan tiga fokus utama dalam program ini, yakni meningkatkan literasi digital masyarakat, mencegah kejahatan siber seperti penipuan online dan judi digital, serta memperkuat peran komunitas dalam menjaga keamanan ruang digital.
Untuk mencapai tujuan tersebut, program DSD dijalankan melalui berbagai metode terintegrasi. Petugas melaksanakan penyuluhan langsung, edukasi virtual melalui zoom meeting, pembentukan grup komunitas digital, kampanye media sosial, patroli siber, hingga pendampingan oleh Bhabinkamtibmas di desa.
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup sosialisasi bahaya hoaks, pencegahan child grooming, kampanye anti judi online, pembentukan relawan literasi digital, serta monitoring dan evaluasi secara berkala setiap dua bulan.
Kapolres OKU Selatan I Made Redi Hartana menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata Polri dalam memperkuat perlindungan masyarakat di era digital.
“Program Desa Sadar Digital menjadi gerakan bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam melindungi diri dan lingkungan dari ancaman kejahatan siber,” tegasnya.
Program ini juga selaras dengan kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui program Presisi yang menitikberatkan pada pendekatan preventif dan kolaboratif. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel Sandi Nugroho dalam mendorong transformasi Polri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Polres OKU Selatan sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menindak, tetapi juga mencegah. Desa menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan digital masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, peluncuran Desa Sadar Digital menjadi tonggak penting dalam memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menekan potensi kejahatan siber di wilayah pedesaan.
Saat ini, Polda Sumatera Selatan mendorong agar program ini terus dikembangkan dan direplikasi di seluruh wilayah jajaran sebagai bagian dari transformasi Polri yang presisi, humanis, dan berbasis kebutuhan masyarakat. “(Tim/Red)”.






