MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kembali membuahkan capaian. Sebanyak 11 putra-putri terbaik Muba dinyatakan lulus seleksi terbuka dan memperoleh beasiswa penuh non-APBD melalui Program Beasiswa SDMP (Sumber Daya Manusia Sawit) di AKPY STIPER Yogyakarta tahun 2026.
Kesebelas penerima beasiswa tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Yogyakarta pada Jumat (25/9/2026) pukul 13.30 WIB.
Ketua DPW GHARIS Sumatera Selatan, Sumadi MS., S.E., M.Si., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, program beasiswa yang memberikan akses pendidikan kepada putra-putri daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas SDM lokal, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
«“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muba dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda. Beasiswa seperti ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM lokal yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing,” ujar Sumadi.»
Ia berharap 11 penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme dan produktivitas sektor kelapa sawit.
“Generasi muda Muba harus melihat kesempatan ini sebagai pintu untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Jangan berhenti hanya pada kelulusan, tetapi harus mampu membawa ilmu yang diperoleh untuk kemajuan masyarakat dan daerah,” katanya.
11 Generasi Unggul Muba yang Lolos
Sebanyak 11 peserta yang berhasil memperoleh beasiswa tersebut berasal dari sejumlah kecamatan di Muba, dengan bidang pendidikan yang berfokus pada pembibitan, pemeliharaan, dan teknik kelapa sawit.
Mereka yakni:
1. Adra Prasetia – Plakat Tinggi, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
2. Ahmad Dzaky Dirkholby Pasha – Babat Toman, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
3. Fauzi Aldiyanto – Sungai Lilin, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
4. Wikki Glen – Sungai Lilin, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
5. Arda Zaskia R – Plakat Tinggi, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit,
6. Dian Br Sihombing – Sungai Lilin, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit,
7. Keysa Desti Anggraini – Keluang, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
8. Laila Nurmala – Plakat Tinggi, D1 Pembibitan Kelapa Sawit,
9. Lukyta Amallia – Tungkal Jaya, D2 Teknik Kelapa Sawit,
10. Putri Anggraini – Keluang, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit,
11. Sukma Kania – Bayung Lencir, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit.
Sumadi menilai keberhasilan 11 generasi muda tersebut dapat menjadi pemantik bagi pelajar dan pemuda Muba lainnya untuk berani mengejar pendidikan dan meningkatkan kompetensi.
“Ini harus menjadi inspirasi. Pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat perlu terus membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi anak-anak daerah untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan SDM menjadi semakin penting karena Muba memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit. Ketersediaan tenaga kerja lokal yang terdidik dan memiliki keterampilan teknis dinilai dapat memperkuat pengelolaan sektor tersebut secara berkelanjutan.
Program beasiswa SDMP di AKPY STIPER Yogyakarta pun diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan, tetapi juga melahirkan tenaga terampil yang kelak mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perkebunan dan perekonomian masyarakat Muba.
“Semoga 11 anak muda ini dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik Muba, dan nantinya kembali membawa pengetahuan serta keahlian untuk membangun daerah. Inilah bagian penting dari mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat melalui penguatan kualitas manusianya,” kata Sumadi.(Tim/Red).










