MUSI BANYUASIN,Hunternews.online – Team Subdit III Unit 5 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil membekuk kawanan pencuri kelapa sawit alias “ninja sawit” yang telah lama meresahkan di areal perkebunan PT Mentari Sumber Abadi (MSA) di Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (5/9/2026).
Tersangka berinisial Endar dkk (22), warga Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, ditangkap setelah melakukan aksi pencurian di Divisi III Blok 3233 menggunakan egrek. Aksi kawanan ini bukan baru sekali dua kali, melainkan telah berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi pihak perusahaan.
PT MSA: Tidak Ada Lagi Toleransi
Legal PT Mentari Sumber Abadi, Agus Effendi, S.H., menegaskan bahwa pihak perusahaan sudah tidak lagi menoleransi aksi kawanan ninja sawit ini.
“Mereka melakukan aksi ini berulang-ulang selama bertahun-tahun. PT MSA meminta penegak hukum memberikan sanksi tegas terhadap kawanan ninja sawit tersebut,” tegas Agus Effendi dalam keterangannya kepada Wartawan, Senin (7/9/2026).
Lebih dari sekadar mencuri, kawanan ini juga tidak segan melakukan kekerasan terhadap petugas keamanan perkebunan.
“Dalam melaksanakan aksinya, mereka juga tidak segan-segan melukai bahkan melakukan perlawanan terhadap petugas security saat melakukan aksi pencurian. Sehingga, PT MSA melaporkan ke Polda Sumsel dengan LP: STPLP/B/1310/VIII/2026/SPKT/POLDA/SUMATERA SELATAN,” lanjutnya.
Diduga Ada Dalang di Balik Layar
Agus Effendi mengungkap kecurigaan kuat bahwa kawanan ninja sawit ini tidak beraksi sendiri. Pola pencurian yang sistematis dan berlangsung sejak lama mengindikasikan adanya pihak lain yang menjadi otak dan penyokong aksi tersebut.
“Kawanan ini tidak beraksi sendirian dan hanya untuk diri sendiri. Turut diduga ada pihak lain yang men-support langsung aksi pencurian ini dan berlangsung sejak lama,” pungkas Agus Effendi.
Pihak PT MSA meminta agar penyidikan yang saat ini ditangani Polres Musi Banyuasin dapat dikembangkan untuk mengungkap siapa dalang sesungguhnya yang selama ini berada di balik layar dan mensuplai dukungan kepada kawanan pencuri.
Penangkapan ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus pintu masuk untuk membongkar jaringan lebih luas pencurian kelapa sawit yang selama ini merugikan dunia usaha perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin. (Tim/Red).








