JAKARTA,Hunternews.online – Korps Bhayangkara menunjukkan sikap tanpa kompromi dalam menghadapi praktik ilegal di sektor minyak dan gas bumi. Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, secara terbuka melontarkan peringatan keras kepada para pelaku mafia migas yang selama ini merongrong distribusi energi nasional.
Dalam pernyataan tegas yang disampaikan di hadapan jajaran petinggi aparat penegak hukum, Nunung menegaskan bahwa Polri mengusung kebijakan “Zero Illegal Migas” sebagai langkah strategis untuk menutup seluruh celah praktik ilegal, sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran bagi masyarakat.
Nada peringatan yang disampaikan tidak sekadar formalitas. Ia menegaskan bahwa praktik mafia migas telah melampaui batas, bukan hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi juga sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan rakyat kecil yang bergantung pada subsidi energi.
“Kalian bukan hanya berkhianat terhadap negara, tetapi juga terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya dengan intonasi penuh penekanan saat konferensi pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Perintah Tegas dari Pusat Kekuasaan
Langkah keras ini disebut sebagai tindak lanjut dari arahan langsung Prabowo Subianto yang diteruskan melalui Kapolri kepada jajaran Bareskrim. Penertiban tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga mengarah ke pembersihan internal aparat.
Dalam konteks ini, Polri membuka kemungkinan penindakan tanpa pandang bulu terhadap oknum aparat, baik dari internal kepolisian maupun unsur Tentara Nasional Indonesia, yang terbukti terlibat atau menjadi pelindung praktik ilegal migas.
“Tidak ada ruang kompromi. Kami tidak akan ragu menindak tegas siapa pun, termasuk dari internal kami sendiri maupun dari TNI,” ujar Nunung menegaskan.
Ultimatum Terakhir: Negara Tidak Akan Mundur
Sebagai penutup, Wakabareskrim menyampaikan pesan yang menjadi sorotan luas publik, sebuah ultimatum yang mencerminkan keseriusan negara dalam menegakkan hukum di sektor energi.
“Statement terakhir dari saya untuk para pelaku: Kamu nekat, saya sikat!,” tandasnya dengan nada tegas.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir secara nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional. Bareskrim Polri diharapkan mampu memutus mata rantai mafia migas yang selama ini menyebabkan kebocoran subsidi dan ketimpangan distribusi.
Dengan langkah tegas ini, publik menaruh harapan besar agar energi bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak, sekaligus menandai babak baru dalam perang melawan praktik ilegal di sektor strategis nasional.”(Tim/Red)”.






