SEKAYU,Hunternews.online – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing tenaga kerja lokal.
Dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif serta semangat gotong royong, Disnakertrans Muba mengusulkan sinergi bersama seluruh perusahaan sektor Minyak dan Gas (Migas), Mineral dan Batubara (Minerba), serta Perkebunan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Usulan tersebut juga akan disampaikan secara resmi kepada Forum Corporate Social Responsibility (CSR), Forum Human Resources Development (HRD), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin agar dapat menjadi program bersama yang terintegrasi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat lokal melalui pendidikan keterampilan dan vokasi.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan program ketenagakerjaan dengan visi dan misi Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, khususnya dalam mencetak SDM unggul melalui pendidikan keterampilan yang bersertifikasi.
“Niatan kita adalah berkolaborasi, duduk bersama dengan pihak swasta sebagai mitra strategis pembangunan. Kami mengajak perusahaan migas, minerba hingga perkebunan yang beroperasi di Musi Banyuasin, serta Forum CSR dan Forum HRD Muba untuk bersama-sama menyatukan energi, mengalokasikan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) maupun tanggung jawab sosial perusahaan pada sektor pendidikan keterampilan dan vokasi,” ujar Herryandi kepada wartawan di Sekayu, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga kerja tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Diperlukan dukungan dunia usaha agar program pengembangan kompetensi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam usulan tersebut, Disnakertrans Muba menawarkan sejumlah langkah strategis yang diharapkan menjadi agenda bersama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Pertama, membangun sinergi lintas sektor dengan mengintegrasikan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta dana tanggung jawab sosial perusahaan melalui Forum CSR sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan SDM Musi Banyuasin.
Kedua, memprioritaskan peningkatan kompetensi (up-skilling) bagi tenaga kerja yang telah bekerja di berbagai perusahaan, khususnya pekerja yang ber-KTP Musi Banyuasin, sehingga memiliki kemampuan yang semakin kompetitif sesuai kebutuhan industri.
Ketiga, mempersiapkan calon tenaga kerja masa depan melalui program pelatihan intensif dan pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan siap kerja dengan sertifikasi kompetensi yang diakui dunia industri.
Keempat, mendorong lahirnya skema pemagangan yang berkeadilan. Disnakertrans mengusulkan agar perusahaan memberikan kesempatan magang kepada peserta yang telah lulus pelatihan dan memperoleh sertifikat kompetensi, disertai pemberian kompensasi minimal setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) serta pemenuhan seluruh hak normatif perlindungan tenaga kerja selama masa pemagangan.
Herryandi menilai, pola kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Perusahaan memperoleh tenaga kerja lokal yang lebih kompeten dan siap pakai, sementara masyarakat mendapatkan akses pendidikan keterampilan, peluang kerja yang lebih luas, serta peningkatan kesejahteraan.
Selain mendukung kebutuhan industri, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Ini adalah momentum gotong royong kita bersama untuk membangun Muba. Dengan bergandengan tangan antara pemerintah daerah, Forum CSR, Forum HRD, dan para pelaku usaha, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan roda industri, tetapi juga berinvestasi pada masa depan anak-anak daerah kita. Upaya bersama ini juga akan kami sampaikan secara tertulis kepada Bappeda, Forum CSR, Forum HRD, serta seluruh perusahaan yang beroperasi di Musi Banyuasin. Ini merupakan langkah nyata usulan kami untuk mewujudkan visi dan misi Bupati HM Toha Tohet bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen dalam membawa Muba Maju Lebih Cepat,” tegas Herryandi.
Melalui inisiatif tersebut, Disnakertrans Muba berharap terbangun kemitraan yang lebih erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.(Tim/Red).






