JAKARTA,Hunternews.online – Gelombang kegelisahan dari mimbar akademik kembali membahana di halaman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Kampus Salemba, Jakarta Pusat. Puluhan civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi menggelar aksi simbolik bertajuk “Salemba Berseru” untuk menyampaikan peringatan keras terhadap arah tata kelola pemerintahan yang dinilai kian menyeleweng dari prinsip keadilan sosial dan demokrasi substansial, Minggu 12 Juli 2026 yang lalu.
Aksi ini menegaskan komitmen dunia pendidikan tinggi untuk tidak tinggal diam di tengah krisis multidimensional yang sedang melanda bangsa. Kampus menolak bersikap apatis dan menolak terisolasi menjadi “menara gading” yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, bersama perwakilan mahasiswa dan akademisi secara bergantian menyampaikan orasi politik serta membacakan pernyataan sikap bersama.
Sorotan Kritis: Dari Bobroknya Ekonomi hingga Pembajakan Hukum
Fathimah Azzahra menegaskan bahwa aksi “Salemba Berseru” lahir dari konsolidasi pemikiran atas berbagai kebijakan publik dan tata kelola negara yang dinilai melenceng jauh dari amanat Reformasi 1998.
Dalam pembacaan pernyataan sikap bersama, civitas akademika UI menyoroti empat poin kritis utama:
1. Rapuhnya Tata Kelola Ekonomi dan Anggaran Negara
Massa aksi membeberkan kondisi riil masyarakat yang dihimpit oleh tergerusnya daya beli, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penurunan jumlah kelas menengah akibat deindustrialisasi. Pemerintah dinilai mengambil jalan pintas dengan terjebak dalam lingkaran utang baru hanya demi membiayai program populistik berskala besar serta membayar bunga utang lama, alih-alih membangun fondasi ekonomi produktif jangka panjang.
2. Ancaman “Mutan Otoritarianisme” dan Pembajakan Hukum
Seruan ini menyoroti indikasi matinya nilai-nilai demokrasi yang perlahan digantikan oleh tatanan politik otoriter bentuk baru. Hukum dinilai tak lagi difungsikan sebagai panglima, melainkan diperalat (rule by law) untuk melegitimasi kesewenang-wenangan, membatasi fungsi pengawasan publik, serta memperluas kekuasaan secara serampangan.
3. Pengebirian Lembaga Pengawas dan Militerisme Sipil
Dominasi koalisi gemuk penguasa yang sarat dengan benturan kepentingan bisnis dinilai telah melumpuhkan mekanisme *checks and balances*. Aksi ini juga memberikan sorotan tajam pada meluasnya peran kekuatan militer teritorial ke ranah sipil yang dinilai mencederai amanat Reformasi 1998.
4. Politik Patronase dan Pembagian “Jatah” Kekuasaan
Akar dari krisis yang terjadi saat ini dinilai bersumber dari runtuhnya moralitas kepemimpinan. Regulasi dan aturan hukum diduga kuat dimanipulasi demi merombak struktur kabinet serta membagi posisi strategis di BUMN sebagai alat patronase politik bagi loyalis koalisi. Sumber daya negara yang seharusnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat justru dieksploitasi demi kepentingan kelompok elite dan industri ekstraktif.
Fathimah Azzahra: “Kampus Adalah Kompas Moral Bangsa
Di sela-sela aksi, Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas elemen masyarakat dalam merespons situasi nasional terkini.
“Sadar bahwa fragmentasi di tengah masyarakat hanya akan memudahkan konsolidasi kekuasaan kaum oligarki, kami menyerukan pentingnya persatuan rakyat. Melalui ‘Salemba Berseru’, mahasiswa dan akademisi UI dengan tegas menolak posisi apatis di saat kondisi bangsa sedang tidak baik-baik saja,” ujar Fathimah Azzahra, di kutip dari berbagai sarana informasi, Selasa (21/7/2026).
Fathimah menambahkan, aksi simbolik di FKUI Salemba ini barulah awal dari gerakan pengawalan yang lebih luas. Mahasiswa UI berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus penyambung lidah masyarakat.
Aksi “Salemba Berseru” ditutup dengan penegasan komitmen moral bersama bahwa kampus akan tetap berdiri kokoh sebagai kompas moral bangsa, menjaga benteng demokrasi, dan berjuang bahu-membahu bersama rakyat dalam menuntut keadilan serta kebenaran.(Tim/Red).






