Asrama Mahasiswa Muba di Yogyakarta Roboh, Tanda Bangunan Tak Layak yang Lama Diabaikan?

YOGYAKARTA,Hunternews.com – Bangunan Asrama Putra Ranggonan yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilaporkan roboh setelah diterpa angin kencang disertai guncangan gempa pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan mahasiswa penghuni asrama mengalami luka ringan. Para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Salah seorang mahasiswa penghuni asrama mengungkapkan, sebelum kejadian, kondisi bangunan memang sudah lama dikeluhkan karena dinilai tidak lagi layak huni.

Ia merinci, sedikitnya 10 kamar mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atas bangunan setelah rangka baja atap ambruk.

“Bangunan memang sudah tidak layak ditempati. Saat angin cukup kencang, rangka baja di bagian atap langsung roboh,” ujar salah seorang Mahasiswa yang tidak menyebutkan namanya kepada Tim Liputan, Senin (16/2/2026).

Menurut keterangan sementara, angin kencang yang melanda kawasan tersebut terjadi hampir bersamaan dengan getaran gempa yang dirasakan di wilayah Yogyakarta.

Kombinasi dua faktor itu diduga memperparah kondisi struktur bangunan yang sebelumnya telah mengalami penurunan kualitas.
Insiden ini memicu perhatian mahasiswa asal Muba yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera melakukan langkah cepat, baik dalam penanganan korban maupun evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan bangunan asrama tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait rencana renovasi atau pembangunan ulang fasilitas asrama yang menjadi penunjang pendidikan mahasiswa daerah di perantauan tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya audit berkala terhadap aset daerah yang berada di luar wilayah administratif, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para penghuninya.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *